Kemerdekaan yang Sejati (Galatia 5:1-5)

Kemerdekaan adalah sebuah pencapaian yang diraih oleh karena adanya usaha untuk dapat keluar dari sebuah permasalahan yang dihadapi. Sebentar lagi kita akan kembali meraya ingatkan bagaimana peristiwa pencapaian kemerdekaan dari bangsa Indonesia yang dimana pada tahun ini sudah menginjaki tapak usia 77 tahun sebagai bangsa yang terbebas dari penjajah. Namun sayang, dengan usia yang sudah cukup matang ini, kita masih dihantui oleh penjajah dari diri sendiri maupun orang dalam yang memiliki jabatan atau pengaruh di bangsa ini.

Pada teks bacaan saat ini, jemaat di Galatia masih ada dalam pengaruh kehidupan lama yang terikat dengan hukum Taurat, mereka masih melaksanakan persunatan secara batiniah. Hal ini boleh- boleh saja mereka lakukan akan tetapi yang disayangkan adalah peran Yesus sebagai pembebas dosa umat manusia tidak lagi menjadi sentral, ini berarti bahwa karya penyelamatan Kristus akan sia-sia semata.

Sehingga rasul Paulus menegaskan bahwa sebenarnya mereka telah menerima kemerdekaan oleh karena karya penyelamatan Yesus Kristus. Karya yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus itu bersifat abadi dan tidak bisa digantikan oleh praktik apapun, karena karya Kristus adalah yang sempurna.

Sekarang hanya tinggal bagaimana kita yang masih hidup dengan saat ini, bagaimana sikap kita? Apakah kita masih juga memperdebatkan tentang sebenarnya dengan apa keselamatan itu diraih atau siapa yang memberi keselamatan.

Akan tetapi kita sudah melihat secara bersama melalui pemberitaan firman bahwa Yesus adalah satu-satunya karya penyelamatan yang sempurna, untuk itu baiklah kita membersihkan rohani kita, bukan lagi membersihkan batin kita.

Penulis: Silke Rambu B. Noti (Mahasiswa Praktek)

Bagikan ke: