Oleh dorongan Roh kudus, Petrus menyatakan kuasa kebangkitan Yesus lewat penyembuhan seorang yang lumpuh. Oleh kuasa Roh kudus pula, Petrus dimampukan untuk memberitakan tentang Yesus sebagai satu-satunya jalan keselamatan.
Hasil khotbah Petrus menghasilkan 2 respon yang bertolak belakang. Ada beribu-ribu orang Yahudi yang menjadi percaya pada Yesus, sebaliknya para pemimpin agama Yahudi marah, menolak serta berusaha untuk menghentikan pemberitaan Petrus dan Yohanes tentang Yesus. Pemimpin-pemimpin itu membawa Petrus dan Yohanes untuk disidang, mereka ditanya darimana sumber kuasa dan atas nama siapakah mereka bertindak. Dengan penuh keberanian, Petrus bersaksi atas nama Yesuslah semua yang mereka lakukan itu. Petrus juga menyatakan kejahatan para pemimpin agama Yahudi yang sudah membunuh Yesus, tapi Yesus telah bangkit dan bekerja dalam diri setiap Rasul dan jemaat lewat Roh kudus. Petrus memberi kesaksian bahwa Yesus adalah batu yang dibuang, tapi sesungguhnya merupakan batu penjuru yang berharga bagi bangunan umat Allah, serta menjadi jalan keselamatan satu-satunya bagi setiap orang yang mau bertobat dan percaya pada-Nya. Tidak ada keselamatan kekal di luar Yesus.
Beberapa pokok perenungan bagi kita :
- Sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil untuk selalu bersaksi dan memberitakan tentang Yesus Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan yang kekal. Bahkan kita harus menjadi surat Kristus yang hidup, agar terbaca oleh semua orang sehingga orang-orang dapat tergerak dan punya keinginan yang sungguh untuk lebih mengenal, mendekat dan percaya pada Yesus sebagai Sang Juruselamat.
- Sebagai pengikut Yesus, kita harus dengan berani menyampaikan kepada siapa saja dan dimana saja, bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan supaya kita diselamatkan selain dari nama Tuhan kita Yesus Kristus yang sudah menderita, mati dan bangkit demi menebus dosa manusia. Yang tentunya dimulai dari orang terdejkat, orang di sekitar kita, dan di ruang lingkup yang lebih luas. Kita pasti akan hadapi tantangan sebagai pengikut yang bersaksi tentang Yesus, seperti kemungkinan akan berbenturan dengan rasa gengsi dan malu, kemungkinan alami rasa takut untuk bersaksi, kita tidak punya kemampuan dan kurang pengetahuan, dan lain sebagainya. Itu semua tidak boleh membuat semangat kita sebagai pengiku yang bersaksi tentang Yesus menjadi pudar.
- Karena itu poin ke 3 adalah sebagai pengikut Yesus, kita harus selalu memohon pimpinan Roh kudus untuk memperlengkapi kita serta memampukan kita untuk menjadi saksi Yesus dengan baik dan berani, serta mendorong kita untuk rajin mendalami firman Tuhan dan tekun dalam doa.
Para Rasul mampu menjadi pengikut sekaligus saksi, sekalipun dengan keterbatasan mereka. Maka kita harus yakin pasti kitapun mampu dalam Yesus dan dengan pimpinan Roh Kudus. Persiapkanlah diri kita, berjanjilah kepada Tuhan bahwa kita siap untuk menjadi pengikut yang akan senantiasa bersaksi dan memberitakan kabar mulia tentang Yesus Kristus, walau apapun yang harus kita hadapi. Amin [*]
Penulis: Pdt. Fandrian Ngg. Hukapati, S.Th