Sejak peristiwa reformasi, kekristenan berdiri di atas prinsip-prinsip dasar yang dikenal dengan istilah/nama 5 pilar iman kristen :
- Sola gratia = segala sesuatu secara khusus keselamatan adalah anugerah/kasih karunia Allah.
- Solus Christus = Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan.
- Sola fide = kunci untuk selamat hanya dengan iman kepada Yesus.
- Sola scriptura = hanya alkitab dasar hidup orang kristen.
- Soli deo gloria = segala sesuatu hanya untuk kemuliaan Tuhan.
Lima pilar ini harus menjadi dasar pijak hidup setiap orang kristen, karena itu 5 pilar ini selalu menjadi inti pemberitaan dan penginjilan, termasuk materi inti dalam pengajaran katekasasi.
Secara khusus saat ini kita sama-sama fokus pada pilar yang pertama yaitu sola gratia, yang menjadi pokok perenungan firman Tuhan saat ini. Yang sangat jelas termuat dalam surat Paulus kepada Timotius, surat yang bertujuan untuk mengingatkan-memotivasi-meneguhkan Timotius dalam tugas pelayanannya. Yang di dalamnya berisi kesaksian daripada Paulus tentang anugerah/kasih karunia Tuhan.
Lewat bagian firman ini, Paulus menunjukkan kualitas dirinya sebagai pengikut Yesus, dalam hal kerendahan hati. Jabatan, posisi, peran, pengaruh Paulus sebagai rasul yang sudah banyak berkarya saat itu, tidak membuat dia dalam kesaksiannya lebih banyak menonjolkan dirinya. Melainkan dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, Paulus selalu mengutamakan Yesus dalam kesaksiannya dan menjadikan Yesus sebagai pusat kesaksiannya.
Terlihat jelas dalam kesaksiannya yang disampaikan dengan sangat jujur tanpa malu dengan masa lalunya yang kelam : bahwa sesungguhnya dia adalah orang berdosa (pakai istilah paling berdosa) yang dilayakkan hanya karena kasih karunia dan kemurahan Tuhan, bahkan lebih dari itu dipercayakan tugas yang mulia sebagai rasul.
Paulus sama sekali tidak memunculkan andilnya secara pribadi, tapi benar-benar mengungkapkan bahwa semua hal baik dan indah yang terjadi dalam hidupnya hanya karena anugerah Tuhan semata.
Penjelasan di atas mengantar kita untuk merenungkan beberapa hal:
- Untuk hidup kita, untuk apapun yang ada pada kita, untuk apapun yang kita nikmati, untuk pencapaian-pencapaian kita, jangan pernah menganggap semua itu karena andil kita semata. Kita harus memiliki kesadaran dan pengakuan, bahwa segala sesuatu adalah dari Tuhan dan oleh Tuhan.
- Dalam setiap kesempatan kita untuk bersaksi tentang hidup kita, jangan pernah tonjolkan diri dengan segala kemampuan dan kehebatan kita, tapi selalu pastikan bahwa harus ada Yesus dan harus Yesus yang menjadi pusat kesaksian kita.
- Siapapun kita dan seperti apapun kondisi hidup kita saat ini, mungkin masih sulit terlepas dari belenggu dosa, masih tertatih-tatih keluar dari lumpur dosa, jangan pernah berkecil hati. Pengalaman Paulus menunjukkan kalau orang benar pernah punya masa lalu yang buruk, maka pendosa berhak punya masa depan yang cerah. Martin Luther berkata “jadilah pendosa dan berdosalah dengan hebat, tapi percayalah kepada Yesus dan hiduplah di dalam Yesus dengan lebih hebat”. Kalimat ini mau meneguhkan kita bahwa kasih karunia dari Yesus jauh lebih besar dari apapun termasuk dari dosa kita. Tapi itu juga harus direspon dengan iman dan pertobatan. Amin [*]
Penulis: Pdt. Fandrian Ngg. Hukapati, S.Th