Di hadapan sesama manusia, seseorang bisa menyembunyikan dosanya tetapi kita tidak bisa menyembunyikan di hadapan Allah. Di hadapan Allah, Ia tahu segala apa yang dilakukan seseorang sekecil apapun, walaupun hanya lewat pikirannya.
Daud, sesudah tidak bisa menyembunyikan dosanya di hadapan Tuhan oleh karena siasat jahat yang dilakukan kepada Uria dan sampai pada perzinahannya dengan Batsyeba. Tuhan tidak bisa mendiamkan dosanya untuk selamanya karena itu melalui Nabi Natan, Allah mengingatkan dosa Daud. Dengan cara yang sangat elok, Nabi Natan menceritakan kisah seorang kaya yang berlaku sewenang-wenangnya terhadap seorang yang miskin.
Kisah yang diuraikan Nabi Natan itu membangkitkan kemarahan Daud dan secara spontan Daud mengatakan bahwa orang kaya itu harus dihukum mati. Tanpa ia sadari bahwa cerita itu sesungguhnya adalah dirinya sendiri. Karena kejahatan yang telah dirancangkan, yang mengakibatkan nyawa Uria melayang. Dosa Daud kemudian mendatangkan hukuman yang melanda keluarganya (ayt. 11-12), yang pada akhirnya anak yang dikandung Batsyeba meninggal (14). Pertanyaan bagi kita adalah Apakah ini berarti bahwa Tuhan tidak mengampuni dosa Daud? Tentu tidak demikian.
Hukuman memang merupakan kosekuensi dari dosa. Ketika Daud mengakui dosa- dosanya, kasih karunia-Nya tetap tercurah atas Daud, dan Batsyeba kemudian melahirkan anak lagi (ayt. 24-25). Dan pada ayat selanjutnya berkat Allah atas kemenangan melawan Bani Amon di Raba (26-31). Perenungan bagi kita adalah:
- Janganpernahmain-maindengandosa,segalatindakanyangbertentangandengankehendak Allah adalah dosa, tidak ada istilah dosa kecil dan dosa besar.
- JikakitamendengarteguranTuhanmelaluiFirmanNya,mohonlahampundanberusahalah untuk melanjutkan hidup dengan ketaatan penuh. Tetapi dalam kenyataannya orang lebih banyak mendengar khotbah yang memberkati saja, lalu jika khotbahnya berbentuk teguran dan hal itu mengena pada diri kita, banyak jemaat yang marah, tersinggung dan tidak mau masuk gereja kalau pelayan si A atau si B yang berkhotbah.
- Bila kita jatuh dalam dosa, datanglah kepada-Nya untuk memohon pengampunan-Nya agar kita tetap beroleh kasih karunia. [*]
Penulis: GI. Orpa Laka Analaji