Mengikut Yesus Ke Mana Saja (Lukas 9:51-62)

Jika kita diajukan sebuah pertanyaan ataupun sebaliknya kita mengajukan pertanyaan kepada orang lain, apa bukti bahwa kita atau dia adalah pengikut Tuhan, apa jawaban kita?

Mungkin kita akan menjawab bahwa saya sudah dibaptis, sudah sidi sebagai tanda bahwa saya sudah meniadi pengikut-Nya saya rajin ke gereja pada hari Minggu mungkin juga kita akan menuniukkan KTP kita sebagai bukti bahwa kita adalah orang Kristen.

Tema kita adalah mengikuti Yesus ke mana saja kata penting yang perlu kita perhatikan adalah ” mengikuti Yesus” apa artinya menjadi pengikut atau ikut Yesus? Jhon Stott mengatakan :: mengikuti Yesus berarti membiarkan Dia mengarahkan agenda hidup kita mengikuti Yesus bukan perbuatan yang bisa dilakukan dengan setengah-setengah, tapi menekankan kesungguhan hati dalam mengikut Dia atau menuntun komitmen kesetiaan dan kesungguhan hati. Dalam dua bagian pembacaan kita berbicara soal bagaimana meniadi pengikut Yesus yang sejati.

Dalam bacaan kita mengikuti Yesus tidak berarti bebas dari penderitaan tetapi ada tantangan dan konsekuensi hidup yang akan kita hadapi sebagai pengikut Nya ketika kita mengambil sebuah keputusan mengaku siap mengikuti Y esus ternyata tidak cukup hanya memiliki kesetiaan kepada Yesus tapi dituntut melavani Tuhan. Kehidupan yang Tuhan berikan harus disi dengan baik titik karena itu, menjadi pengikut Yesus berarti harus memiliki ketetapan hati itulah sebabnya dalam bacaan ini ketika seseorang meminta ijin kepada Yesus untuk pergi dahulu menguburkan bapakya (ayat 59) Yesus mengatakan biarlah orang mati menguburkan orang mati.

Dalam adat orang Yahudi mewajibkan seorang anak tat kepada orang tuanya titik karena itu ia waiib memelihara dan meniaga orang tua hingga kematian mereka titip karena kematian ayah inilah yang membuat ia meminta izin untuk menguburkan orang tuanya namun tuhan Yesus tidak mengilinkannva (baca ulang ayat 60) hal in seolah memperlihatkan bahwa perkataan Tuhan Yesus itu kasar, pedas dan tidak berbalas kasihan sebab bukannya berbelasungkawa malah mengatakan hal yang sebaliknya. Benarkah demikian? Tentu tidak. Kita perlu mengetahui tradisi Yahudi sebab peristiwa ini tidak berbicara tentang penguburan pertama.

Dalam tradisi Yahudi, penguburan pertama adalah dengan meletakkan jasad di dalam gua. Sedangkan penguburan kedua adalah setelah setahun tulang-tulangnya dipindahkan ke kotak ossuary (kotak ossuary adalah kotak batu kapur abad ke-1 yang digunakan untuk menampung tulang orang mati) Pelaksanaan penguburan ke-2 in dianggap penting oleh orang Yahudi, apalagi ia sebagai anak sudah menjadi kewajiban baginya untuk melaksanakan penguburan ke-2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Tuhan Yesus bukan tidak memiliki belas kasihan atau kasar dalam perkataan-Nya, melainkan menunjukkan bahwa hal mengikut Dia adalah hal yang penting dari sekedar mengikuti tradisi atau adat istiadat atau upacara tertentu. Tetapi ia menghendaki orang yang mengikut Dia tidak terbelenggu oleh adat istiadat, budaya dan lain sebagainya yang mengalihkan dirinya dari prioritas perkara dunia.

Hal berikut yang Yesus mau tegaskan adalah jangan menunda-nunda panggilan-Nya dan kesempatan hidup yang la berikan melainkan kita terus memberitakan kerajaan surga di mana pun kita berada.

Jelaslah bahwa menjadi orang kristen tidak cukup dengan rajin mengikuti ibadah tetapi sebuah komitmen yang membuat tetap melakukan kehendak-Nya dan taat, setia sampai akhirnya mampu meninggalkan ego, mementingkan diri, ambisi untuk tetap mengikut-Nya ke mana saja kita pergi titik teruslah memancarkan kemuliaan Tuhan dalam perkataan dan perbuatan kita sehari-hari. Tuhan Yesus memberkati. Amin. [*]

Penulis: GI. Orpa Laka Analaji

Bagikan ke: