Kesuksesan perjalanan kita didalam mengiringi Yesus, baik sebagai jemaat ataupun pelayan Tuhan tidak dinilai dari apa yang telah kita berikan. Murid-murid Yesus dapat berkata dengan bangga, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang kami peroleh?” Yesus berkata bahwa mereka akan menerima kembali seratus kali lipat dan juga hidup yang kekal. Namun Yesus mengakhirinya dalam sebuah kesimpulan. “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir; dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.” Dengan kata lain, Yesus mengajak mereka berpikir bukan tentang bagaimana mereka memulai tetapi bagaimana mereka mengakhiri sesuatu.
Di antara garis “start” dan garis “finish” ada sebuah garis penghubung yang harus kita telusuri, dan berbagai kemungkinan dapat terjadi disini. Petrus yang pernah menyangkal Yesus, bangkit dan kembali berjalan menuju garis akhir dengan kemenangan yang mengagumkan dan seperti itulah sesungguhnya kehidupan Kristen yang harus meneladani Kristus dan para tokoh iman melangkah terseok-seok mencapai sukses dan berkarya bagi Kerajaan Sorga dan terus melaju dalam kecepatan yang mengagumkan untuk mencapai garis akhir. Bagaimana dengan kita?
Hidup kekristenan kita dimulai dari sebuah anugerah ketika kematian Yesus membawa kita pada garis “start”, namun kepekaan dan kebergantungan kepada RohNya akan menentukan kesuksesan kita didalam mengisi perjalanan tersebut. Kita harus mengerti bahwa penyertaan RohNya bukanlah hak paten yang kita miliki. Dimomen kehilangan kepekaan akan Roh Kudus, disitulah kita mulai merayap dan terseok-seok dihadapan Tuhan.
Tanpa tuntunan Roh Kudus, setiap pergerakan kita menuju garis akhir hanya akan terdengar di telinga Tuhan bagaikan derak tulang-tulang kering yang berjalan terseok. Demikianlah kita tertinggal dan menjadi yang terakhir.
Marilah kita membangun landasan pekerjaan iman kita dan memahami akan pentingnya berjalan dekat dengan RohNya. Tinggalkan segala sesuatu yang akan menghambat dan memperlambat kecepatan kita menuju garis “finish” yaitu kerajaan Allah, karena rencana Tuhan indah dan kekal untuk hidup kita.[*]
Penulis: Guru Injil Ebenhaeser Landu Amah