Dalam hidup manusia, pasti tidak terlepas dari pergumulan dan persoalan hidup. Banyak orang memiliki caranya masing-masing untuk menghadapi hal tersebut, ada orang yang mengandalkan kemampuan dirinya sendiri, ada yang tetap mengandalkan Tuhan bahkan ada yang bergumul sendiri hingga akhirnya mengambil keputusan untuk mengakhiri hidup. Tetapi, bagaimana dengan cara kita dalam menghadapi persoalan dan pergumulan hidup?
Yakobus dalam bacaan ini menuliskan surat kepada orang Israel di perantauan agar mereka dapat meresponi segala pergumulan yang mereka alami dalam iman yang kemudian membentuk serta menghasilkan ketekunan dalam diri mereka.
Yakobus mengingatkan kepada mereka agar mereka tetap menganggap pencobaan yang dialami sebagai suatu kebahagiaan bagi mereka. Hal ini ditegaskan oleh Yakobus sebagai peringatan kepada orang Israel di perantauan bahwa penyertaan Tuhan selalu nyata bagi mereka yang terus berharap kepada Tuhan.
Keyakinan akan penyertaan Tuhan itulah yang kemudian membuat mereka tetap berbahagia ditengah kesulitan sekalipun bahkan dengan keyakinan tersebut mereka dapat memberikan dukungan, saling melengkapi satu sama lainnya, saling mengingatkan ditengah persoalan hidup yang dialami sehingga buah yang dihasilkan dari ketekunan didalam iman dapat menyempurnakan ataupun memperlengkapi mereka dalam menggumuli persoalan hidup yang dialami sebab pemeliharaan Tuhan bagi orang yang senantiasa bersandar padaNya akan selalu ada. Yakobus mengatakan bahwa hendaklah meminta hikmat kepada Tuhan dalam iman.
Orang Israel harus meyakini bahwa Tuhan adalah sumber hikmat yang juga akan memperlengkapi mereka dengan hikmat dalam menjalani setiap pergumulan. Yakobus menegaskan bahwa orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Kembali dalam kehidupan kita saat ini, ditengah pergumulan hidup kita saat ini dengan adanya pandemi corona yang semakin hari mengganggu pendengaran dan mata dengan hadirnya berbagai berita bahwa corona merenggut banyak nyawa. Tentu ini adalah suatu persoalan yang benar-benar serius di alami dan harus di gumuli. Karena hadirnya virus corona ini tidak hanya mengancam kehidupan jasmani kita saja tetapi juga secara rohani.
Banyak orang mulai kuatir, bimbang bahkan menyalahkan Tuhan dengan adanya pandemi ini. Lalu bagaimana respon kita dalam menggumuli persoalan yang menghadang hidup kita saat ini? Masihkah kita mengandalkan kemampuan diri kita sendiri? Masihkah kita tetap menutup diri dengan persoalan tersebut? Ataukah kita tetap berjaga-jaga serta mengandalkan Tuhan?
Banyak orang sulit untuk menerima semua keadaan yang ada saat ini dengan berbagai protes yang diajukan baik kepada sesama ataupun kepada Tuhan. Ada juga yang menganggap sepele keadaan tersebut dan berpikir bahwa dirinya mampu terhindar dari semua sehingga seenaknya melakukan berbagai aksi yang kemudian merugikan banyak orang bahkan dirinya sendiri.
Tanpa di sadari bahwa keangkuhan tersebut bukanlah jawaban dari semua persoalan yang digumuli saat ini. Kunci dari persoalan yang digumuli saat ini ialah tetap bertekun dalam iman serta terus berjaga-jaga. Orang yang tidak berjaga-jaga dan mengandalkan Tuhan tidak akan mendapatkan hasil yang baik melainkan hanya kesia-siaan yang diperolehnya. Sebaliknya, jika dalam menghadapi persoalan tersebut kita selalu mengandalkan Tuhan dan tetap berjaga-jaga maka pemeliharaan Tuhan akan senantiasa ada bagi kita.
Hikmat dari Tuhan akan senantiasa diberikan dan memperlengkapi diri kita dalam menggumuli persoalan tersebut. Itu sebabnya, dalam pergumulan hidup yang kita alami saat ini perlu untuk memiliki hati yang senantiasa rendah hati sehingga keangkuhan tidak menguasai diri kita.
Mari terus memberi diri kita untuk diperlengkapi oleh Tuhan dan senantiasa berharap pada Tuhan. Jangan pernah meragukan penyertaan Tuhan di sepanjang proses hidup yang kita jalani. Jangan pernah bimbang atau mendua hati, karena Tuhan akan senantiasa memperlengkapi kita dengan hikmat dan terus memelihara kehidupan kita. Teruslah bertekun dalam Iman! Tuhan Yesus memberkati kita. Amin [*]
Penulis: Guru Injil Ebenhaeser Landu Amah