TINGGIKAN TUHAN ALLAH KITA (MAZMUR 99: 1-9)

Sub Pokok Bahasan “Tinggikan Tuhan Allah Kita” oleh sebab Dia sudah memberi kita waktu untuk membaca, menyelidiki dan merenungkan Firman-Nya pada hari ini, maka marilah kita mengucapkan syukur, pujian dan kemuliaan kepada Dia, Yesus Kristus, Tuhan kita. Puji Tuhan! Sub pokok bahasan ini, berbicara tentang hal-hal sebagai berikut. Pertama, Tuhan itu Raja, maka bangsa-bangsa gemetar. Kedua, biarlah mereka menyanyikan syukur bagi nama-Mu yang besar dan dahsyat. Ketiga, tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah. Keempat, mereka berseru kepada Tuhan dan Ia menjawab mereka. Kelima, tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus.Lewat sub pokok bahasan ini, kita di ajak belajar dari pemazmur.

Symbol negara yang harus di hormati. Tidak boleh seorangpun melecehkan symbol negaranya sendiri.Karena iru warga negara harus menjaga kehormatan karena itu warga negara menghormati symbol itu melalui upacara kenegaraan maupun kehidupan keseharian yang sesuai denga makna symbol itu.

Gereja juga memiliki symbol.Bahkan symbol itu lebih dalam di Imani secara kerohanian yang menyatu lahir bathin dengan dirinya. Simbol dalam gereja lebih dari sekedar dihormati, melainkan juga di Imani sebagai tanda yang menunjuk pada perkara-perkara yang kudus. Simbol itu dapat disebut nyata didalam sakramen gereja. Simbol air pada baptisan.Simbol roti dan anggur pada perjamuan kudus. Simbol merupakan identitas diri dari tanda yang disimbolkan. Karena itu menghormati symbol berarti menghormati identitas diri.

Dalam hidup bukan saja symbol yang dihormati, melainkan juga sesame manusia.Bahkan lebh dari itu dalam hidup kita, Tuhan layak dan seharusnya di hormati didalam keseharian kita. Tinggikkanlah,Tuhan Allah kita dan sujud menyembah… demikian seruan pemazmur dalam Mazmur 99: 5,9.

Mengapa kita di panggil untuk meninggikan dan menyembah Tuhan.Mengapa kita perlu menghormati pribadi dan karya Tuhan? Mazmur 99 mengungkapkan dasar kita menghormati dan menyembah Tuhan.

Pertama, karena Tuhan itu Raja yang besar. Tuhan disebut Raja karena pemazmur mengimani bahwa Tuhanlah yang berkuasa atas kehidupan dunia ini. Tuhan di Imani sebagai satu-satunya yang berkuasa didalam dunia ini. Itu sebabnya disebut Tuhan itu Raja yang besar.

Kedua, karena Tuhan itu mencintai hukum. Bagi pemazmur, kemahakuasaan Tuhan itu menjadikan dirinya berlaku sewenang-wenang. Kekuasaan Tuhan itu menuntut kehidupan dunia ini kepada kebenaran. Kebenaran yang berdasarkan kepada pengajaran-pengajaranNya.

Ketiga, karena Tuhan itu menjawab doa dan mengampuni dosa. Pemazmur menegaskan bahwa kebesaran Tuuhan tidak menjadikanNya berada semakin jauh dari kehidupan umatNya. Justru melalui kebesaranNya, maka Ia telah berlaku dekat dengan umatNya. Kedekatan Tuhan dengan umatNya, nyata melali kesediaan Tuhan menjawab doa-doa yang dinaikkan, maupun pengampunan dosa atas setisp dosa yang telah diperbuat umatNya.

Ketiga hal tersebut, menjadi dasar bagi kita untuk menghormati kekudusan Tuhan. Karena itu tidak dimungkinkan pertolongan menjalani kehidupan tanpa mendapat pertolongan selama menjalani hidup dalam dunia ini. Kita tidak imungkinkan untuk hidup lebih benar, jika kita tidak mencintai hukum-hukum-Nya sebagaimana mencintai hukum. Kita tiddak dimungkinkan beroleh pengharapan kita, jika doa-doa kita tidak dijawab. Kita tidak dimungkinkan hidup semakin lebih baik, jika dosa tidak di ampuni. Menghormati kekudusan

Tuhan pada akhirnya akan nyata juga didalam kesungguhan kekudusan hidup kta ditengah dunia. Sebab mustahil kita menghormati kekudusan Tuhan, jika hidup kita tidak kudus. Amin [*]

Sumber: Bahan PART

Bagikan ke: