Perintah Baru (Wahyu 21:1-6)

Pendahuluan:

Dalam Kejadian 1 menceritakan Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Segala sesuatu yang diciptakan Allah baik adanya, namun dirusak oleh dosa manusia. Allah mengadakan perjanjian untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Perjanjian lama maupun Perjanjian baru berisi karya keselamatan yang dikerjakan Allah untuk manusia. Hingga akhirnya dalam Wahyu 21, Allah menciptakan langit baru dan bumi baru. Inilah perintah baru untuk menyatakan kasih Allah kepada manusia.

Pendalaman Teks:

Ayat 1-2 menggambarkan kehidupan baru ketika Allah menciptakan langit dan bumi yang baru. Bagi orang Israel zaman dulu, Laut merupakan lambang dari bahaya dan ancaman yang kuat yang membinasakan kehidupan orang-orang fasik (Yesaya 57: 20). Laut juga menjadi simbol dari kekuasaan yang paling jahat dari binatang yang muncul dari dalam Laut (Wahyu 13: 1). Jika dalam langit baru dan bumi baru dikatakan laut tidak ada lagi berarti bahaya dan ancaman tidak ada lagi. Manusia akan hidup dalam kedamaian sejati. Pengharapan mereka akan Yerusalem yang baru juga akan dipulihkan Allah. Jika sebelumnya telah rusak oleh kekuasaan bangsa atau kerajaan lain, tetapi Yerusalem baru ini merupakan wujud kesempurnaan kasih Allah yang diwarnai dengan sukacita dan kebahagiaan. Diibaratkan seperti pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Kebahagiaan dan sukacita tiap orang yang percaya menyambut kehidupan yang baru dalam Allah.

Ayat 3-4 menjelaskan bukan hanya pemulihan fisik dan keadaan saja, tetapi juga pemulihan batin. Kemah Allah menggambarkan kehadiran Allah dalam perjalanan panjang bangsa Israel di padang gurun. Tetapi kemah Allah yang dimaksudkan dalam ayat 3 adalah kehadiran Allah yang tetap dalam kehidupan umat pilihan-Nya. Allah akan diam bersama umat pilihan-Nya untuk selama-lamanya. Mereka tidak merasakan sendiri tetapi Allah ada bersama mereka. Ketika mereka berada dalam Allah dan Allah di dalamnya, maka Allah menghapus air matanya dan tidak ada lagi perkabungan dan duka cita. Hal ini meneguhkan pengharapan mereka untuk tetap bertahan dalam penderitaan. Apa yang telah terjadi dalam kehidupan mereka, akan berlalu dan digantikan dengan kedamaian bantin.

Ayat 5-6 merupakan penyataan diri Allah dan perintah baru yang diberikan kepada manusia. Perkataan Allah “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”. Kata baru berasal dari kata Kainos (Bahasa Yunani), yang berarti benar-benar baru atau belum pernah ada yang seperti ini sebelumnya. Yesus juga pernah memperingatkan murid-murid-Nya “Tentang hari ini dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri” (Matius 24: 36). Jadi, Langit baru, bumi baru, dan Yerusalem baru”, tidak dapat dibayangkan atau dijelaskan sebab hanya Bapa yang mengetahui itu. Allah juga mempertegas bahwa “Allah adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir”. Dalam istilah Yunani, Yang Awal berarti Arche atau ‘sumber dari segala sesuatu berasal’. Yang Akhir, dari kata Telos yang berarti ‘bukan hanya ujung dari suaru garis, melainkan tujuan, suatu titik di mana segala sesuatu terarah ke sana’. Jadi, Pernyataan “Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir” memiliki makna bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu dan tujuan segala sesuatu. Segala sesuatu itu berasal dari Allah dan akan menunjuk kepada Allah.

Aplikasi:

Pernyataan Allah dalam perintah baru yang disampaikan bahwa Ia adalah Yang Awal dan Yang Akhir dalam kehidupan tiap manusia. Allah yang tetap setia dengan perjanjian yang telah ia nyatakan sejak manusia diciptakan. Allah yang memelihara kehidupan manusia hingga saat ini. Allah yang juga akan tetap menyatakan kasih kepada manusia hingga saat ini dan akan menganugerahkan kehidupan yang baru tanpa air mata dan penderitaan. Jikalau saat ini, kita masih hidup dalam dunia yang penuh dosa, pergumulan dan penderitaan maka ingatlah akan pengharapan dalam langit dan bumi baru. Sebab tiap orang yang percaya dan setia kepada Allah mendapatkan kekuatan baru, semangat baru dan pengharapan yang baru. Segala sesuatu yang benar-benar baru dan yang hanya diketahui oleh Sang Bapa. Hal ini menunjukkan bahwa kasih Allah selalu ada dari sekarang sampai selama-lamanya.

Penutup:

Kematian Yesus Kristus telah melepaskan kita dari belenggu dosa. Kebangkitan Yesus Kristus menyatakan bahwa pengharapan kita di dalam Tuhan itu tidak sia-sia. Untuk itu, melalui bahan PART minggu ini mau meneguhkan perjalanan kehidupan kita yang akan datang. Pergumulan dan penderitan tetap menjadi bagian dalam kehidupan kita, maka tetaplah berharap pada Kristus. Ia yang sejak semula menyatakan kasih- Nya kepada kita, Ia juga yang akan datang kembali untuk membawa kita dalam Kemuliaan-Nya. Amin. [*]

Penulis: Vic. Belandina Lia Yiwa, S.Si.Teol

Bagikan ke: