Ada 3 jenis penyakit dilihat dari latar belakang penyebabnya:
- Jenis penyakit umum seperti flu, malaria, dbd, tipes karena pola makan/pola hidup tidak sehat dan karena bakteri/virus. Penanganannya dengan periksa ke dokter dan minum obat.
- Jenis penyakit mental karena beban pikiran/secara psikologis, stres/depresi karena tekanan hidup, tidak ada semangat hidup akhirnya sakit. Penanganannya ke psikiater.
- Jenis penyakit karena serangan roh jahat. Penanganannya dengan minta didoakan.
Hanya terkadang sebagian kecil orang termasuk orang Kristen lebih tertarik dengan jenis penyakit ketiga. Segala sesuatu selalu cepat dihubungkan dengan serangan roh jahat, apalagi kalau sudah salah konsultasi ke praktek perdukungan yang selalu dihubungkan dengan orang dekat yang santet. Jadi kita harus bijak dalam merespon hal-hal seperti ini.
Berkaitan dengan jenis-jenis penyakit di atas, jenis penyakit karena beban pikiran juga menjadi salah satu hal yang harus kita perhatikan dengan serius, sekalipun mungkin kasusnya jarang. Tapi tidak sedikit orang yang sakit pikiran, tidak punya semangat hidup sampai bisa sakit berat, karena mengalami berbagai tekanan dalam hidup. Bisa karena pergumulan rumah tangga, persoalan keuangan, persoalan pekerjaan/usaha, termasuk karena tekanan dari pihak lain, yang kalau tidak disikapi secara baik bisa menyebabkan sakit yang berkepanjangan.
Hal ini pernah dirasakan oleh Pemazmur secara pribadi (ayat 1 “Kepada-Mu aku melayangkan mataku”) dan juga bangsa Israel secara umum (ayat 2 “demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita”; ayat 3 “Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami,”), yaitu beban pikiran karena tekanan oleh orang-orang yang menjadi pengganggu dalam hidupnya secara pribadi dan dalam hidup bangsa Israel secara umum, yang kemungkinan mereka alami saat berada dalam pembuangan. Seperti yang kita baca dalam bagian firman Tuhan saat ini dalam ayat 3-4 “sebab kami sudah kenyang dengan penghinaan; jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok, dengan penghinaan orang-orang sombong”. Ini menunjukkan adanya sikap/tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh orang-orang yang membenci/memusuhi Pemazmur, yang disebut sebagai orang sombong oleh Pemazmur, yang pastinya sikap/tindakan mereka sangat mengganggu mental Pemazmur.
Tapi Pemazmur menunjukkan cara yang tepat dalam menghadapi beratnya tekanan yang dialami. Bukan dengan mengandalkan kemampuan sendiri, bukan dengan membiarkan diri larut dalam tekanan, tapi dengan sepenuhnya bergantung kepada Tuhan dan mengandalkan pertolongan Tuhan (“kepada-Mu aku melayangkan mataku; kasihanilah kami ya Tuhan”). Ungkapan Pemazmur ini berisikan kesadaran bahwa hanya Tuhan satu-satunya Pribadi yang bisa menjadi andalan dan sumber pertolongan, karena itu dia sekaligus mengajak bangsa Isarel untuk hanya dan tetap memandang kepada Tuhan. Memandang kepada Tuhan dengan makna berdoa kepada Tuhan, mengangkat serta mengarahkan hati dan jiwa kepada Tuhan, menyampaikan seluruh permohonan dengan penuh pengharapan kepada Tuhan.
Dua bahan perenungan untuk kita saat ini:
- Dalam relasi dengan orang lain, secara khusus ketika kondisi kita sedang lebih baik dariorang lain, janganlah kita membiasakan diri menekan orang lain lewat perkataan dan sikap kita. Supaya menghindari kemungkinan kita membuat orang lain tertekan dan terganggu secara mental. Panggilan kita adalah menjadi berkat lewat kata dan sikap untuk memotivasi dan meneguhkan orang lain.
- Ketika berhadapan dengan berbagai tekanan, kita harus bijak mengambil langkah dalam merespon sebagai anak-anak Tuhan. Jangan melemahkan diri, jangan bergantung pada kemampuan diri dan hal-hal duniawi, jangan merespon secara emosional, tetapi meneladani peMazmur yang sepenuhnya bergantung kepada Tuhan dengan penuh keyakinan dan pengharapan. Masalah terbesar kita karena dosa saja Tuhan mampu selesaikan, begitu juga dengan segala persoalan yang menekan kita.
Amin. [*]
Penulis: Pdt. Fandrian Ngg. Hukapati, S.Th