Tuhan Gembala yang Baik (Mazmur 23:1-6)

Pembuka:

Gembala merupakan suatu pekerjaan yang mulia di kalangan kaum Yahudi. Pekerjaan mengembalakan ternak peliharaan bisa dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Seorang yang memiliki kambing-domba dalam jumlah yang banyak, ia akan mengambil orang upahan untuk bekerja baginya mengembalakan ternaknya. Bekerja sebagai gembala adalah pekerjaan yang paling berat dan berbahaya. Pada pagi hari gembala harus menuntun kambing-dombanya ke tempat-tempat rerumputan yang baik dan sumber air dan malam hari gembala menuntun ternaknya ke kandang. Gembala harus melindungi kawanan ternaknya dari binatang buas dan pencuri. Karena itu, seorang gembala diperlengkapi dengan tongkat pemukul agar dapat menjaga kawanan domba itu dengan baik.

Pendalaman Teks:

Dalam Perjanjian Lama, Bangsa Israel mengakui bahwa Tuhan Allah adalah Gembala yang baik bagi umat-Nya. Allah mengembalakan dan menghimpun umat-Nya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya dan induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati (Yesaya 40:11). Allah menyatakan kasih-Nya dengan mengasuh dan melindungi kehidupan bangsa Israel dengan kesetiaan. Pengalaman iman pemazmur bersama Tuhan, membawa ia pada pengakuan “Tuhan, Gembalaku yang baik”. Mazmur 23 merupakan pengalaman iman Daud. Ia merasakan kenyamanan hidup di dalam Tuhan dan saat menjadikan Tuhan pemimpin hidupnya.

Di ayat 1-3, ada dua hal yang disampaikan oleh Daud. Pertama, Pimpinan Tuhan memberikan ketenangan batin. Bimbingan Tuhan menuju pada padang rumput hijau yang segar dan air yang tenang. Tuhan tidak akan membiarkan domba-domba-Nya lapar dan haus namun Ia akan memenuhi kebutuhan domba- domba-Nya. Orang yang berjalan dan mau dibimbing Tuhan tidak akan mengalami kekurangan. Kedua, Pimpinan Allah menuntun dalam kebenaran. Tuhan bukan hanya membimbing ke padang rumput yang segar dan air yang tenang, tetapi juga memberi petunjuk, mengarahkan pandangan dan hati untuk tetap kepada- Nya. Ini bukan tentang kehidupan yang mendapatkan kenyamanan di saat keadaan yang baik-baik saja, tetapi ketenangan dan damai sejahtera yang dapat membuat kita mengerti bahwa Tuhan telah memberikan diri- Nya sendiri menjadi milik kita. Penyertaan Allah ini membawa Daud pada kehidupan yang berlimpah dengan ucapan syukur.

Di ayat 4, Pimpinan Tuhan di dalam suka maupun duka. Ketika Daud dikejar-kejar oleh Saul karena kemenangan yang diperoleh Daud bersama Tuhan di setiap peperangannya. Daud harus lari dari kota ke kota. Ia juga bersembunyi di goa-goa maupun di padang gurun. Tetapi Tuhan tetap menyertainya hingga ia memperoleh keselamatan. Melalui pengalaman inilah Daud menyampaikan bahwa meskipun ia harus berada dalam lembah kekelaman yang penuh dengan kegelapan dan bayang-bayang maut yang mengintainya, ia tetap percaya bahwa Tuhan akan tetap menyertai dengan Gada dan Tongkat-Nya. Gada adalah tongkat pendek yang menjadi senjata pertahanan. Gada melambangkan kekuatan, kuasa, dan wibawa Allah. Tongkat adalah tongkat ramping panjang yang salah satu ujungnya melengkung. Tongkat ini dipakai untuk mendekatkan domba-domba dengan gembalanya, menuntunnya pada jalan yang benar atau menyelamatkannya dari kesulitan. Gada dan tongkat Allah menjamin kasih dan bimbingan Allah dalam kehidupan tiap orang yang percaya pada-Nya.

Setelah lembah kelam penuh derita dijalani oleh Daud, (di ayat 5) Tuhan kembali memulihkan kehidupan Daud dengan menghidangkan makanan di hadapan lawannya dan mengurapi kepalanya dengan minyak yang melimpah. Kemurahan Tuhan bukan hanya memenuhi kebutuhan jasmaninya, tetapi juga kasih karunia dan berkat Tuhan yang melimpah.

Ayat 6 merupakan komitmen Daud untuk tetap diam dalam rumah Tuhan karena ia telah mengalami penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Daud memilih tetap di dalam Tuhan, karena ia telah mengalami kuasa Allah dalam hidupnya.

Aplikasi:

Sesungguhnya pengalaman iman Daud menjadi suatu gambaran yang mau meneguhkan setiap orang yang masih berjalan dalam dunia yang gumul dan derita. Tuhan, Sang Gembala yang baik akan selalu hadir menghibur dan membela domba-domba-Nya. Tetaplah berjalan dalam tuntunan-Nya, hidup di dalam-Nya, menikmati akan kelimpahan dari pada-Nya maka kita akan senatiasa aman dalam perlindungan-Nya. Yesus Kristus telah menyatakan kepada kita “Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-domba-Nya;” (Yoh. 10: 11).

Penutup:

Dalam semangat dan sukacita Paskah, kita pun perlu mengingat dan menjalankan komitmen kita untuk senantiasa tinggal dalam Tuhan dan memberi diri untuk selalu dituntun oleh Firman. Kita menghadapi masa depan dengan penuh pengharapan dan keberanian. Kebangkitan Yesus Kristus memberikan kemenangan kepada bagi kita. Untuk itu, teguhkanlah langkah kita di setiap perjalanan hidup ini. Amin. [*]

Penulis: Vic. Belandina Lia Yiwa, S.Si.Teol

Bagikan ke: