Beriman Secara Bertanggung Jawab (Kolose 3:5-17)

Salah satu doktrin dalam iman kristen berbicara tentang manusia. Penjelasan dari doktrin ini adalah: manusia pada mulanya merupakan ciptaan Tuhan yang mulia, yang diciptakan seturut dengan gambar dan rupa Allah. Jadi sekalipun manusia diciptakan dari debu tanah, tetapi manusia sangat istimewa dan berharga karena citra Allah yang ada dan terpancar di dalam diri manusia. Yang ketika manusia jatuh ke dalam dosa, citra Allah itu menjadi rusak. Bicara soal dosa, ada 2 hal yang perlu kita perhatikan:

  1. Iman Kristen memiliki pemahaman yang namanya dosa asal, dimana karena Adam dan Hawa berdosa, maka semua keturunannya juga berdosa: seperti daun dan buah yang keluar dari pohon mangga, maka otomatis daun dan buah itu disebut sebagai daun dan buah mangga (Mazmur 51:5 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.). Manusia berdosa tanpa harus melakukan dosa, karena lahir dari keturunan orang berdosa.
  2. Iman Kristen memahami bahwa manusia mengalami kejatuhan sampai pada titik terendah, yang disebut keberdosaan/kebejatan total. Sehingga manusia tidak mampu menyelamatkan diri dan tidak sanggup berbuat apapun yang baik (Roma 3:10 dan 12 seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak; Roma 7:18-20 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku). Dalam karya keselamatan oleh Yesus Kristus, manusia sepenuhnya dibebaskan dari kuasa dosa.

Dengan prinsip bahwa kita telah menjadi satu dengan kematian dan kebangkitan Yesus, maksudnya adalah kematian Yesus menjadi tanda kematian kita atas segala dosa-dosa kita, dan kebangkitan Yesus menjadi tanda kehidupan baru bagi kita bersama dengan Yesus (2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang). Tapi karya Yesus bukan otomatis melepaskan kita dari tanggung jawab, melainkan tetap menuntut tanggung jawab setiap orang percaya, yaitu:

  • Setiap orang percaya harus terus hidup dalam pertobatan : nasehat Paulus dalam firman berbicara tentang pertobatan, dengan kata yang dipakai yaitu matikanlah dan buanglah; yang berarti setiap orang percaya harus memutuskan hubungan denagn cara hidup lama yang masih di dalam dosa dan benar-benar berpaling kepada hidup yang baru sesuai kehendak Tuhan.
  • Harus disadari bahwa menjadi manusia baru bukanlah hal instan, tetapi merupakan proses yang terus-menerus dilakukan. Paulus membahasakan dengan istilah manusia baru yang terus- menerus diperbaharui. Karena kita tau sebagai manusia, orang percaya juga punya kemungkinan untuk jatuhTetapi orang percaya tau bagaimana harus bangkit dan berusaha untuk memperbaiki diri untuk menjadi seperti yang Tuhan kehendaki.

Hidup dalam pertobatan atau pembaharuan merupakan panggilan bagi setiap kita, itu berarti merupakan keharusan. Yang juga sekaligus merupakan tanggung jawab besar kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Amin.[*]

Penulis: Pdt. Fandrian Ngg. Hukapati, S.Th

Bagikan ke: